Langsung ke konten utama

MENUJU USIA 25 TAHUN

 Memasuki tahun 2021, hal yang menakutkan bagi saya. Bagaimana tidak, di tahun ini saya akan memasuki usia 25 tahun. hmm.. Jika diukur dengan materi, saat ini masih belum memiliki apa apa. Skill yang saya miliki hanyalah nekat dan berjalan tanpa arah, walau sudah ada rencana besar di secarik kertas yang sudah tertulis.

Hidup, begitu berat ketika memasuki usia 22 tahun. Ditinggalkan seorang ibu membuat saya semakin tidak percaya diri melangkah jauh kedepan. rintangan satu demi satu terlewati, dan itu saya yakin hasil buah doa doa seorang ibu yang dulu selalu terucap di penghujung ibadahnya dan Allah mengabulkannya.. 

jika dibilang semuanya berat, jawabannya iya.. tapi saya tak ingin kufur nikmat. Allah sudah memberikan banyak hal dan kenikmatan yang tidak bisa dihitung dengan apapun. sudah hampir memasuki 4 tahun saya berjalan di muka bumi ini tanpa seorang ibu. Dia sosok yang menguatkan disaat saya tidak percaya diri untuk melangkah.

hahhhh.. banyak sekali yang ingin saya ceritakan dengan dia selama 4 tahun terakhir yang dilalui. dari hal yang sepele sampai yang paling berat dalam hidup saya. ada beberapa pilihan hidup yang juga ingin saya diskusikan dengan dia, hmmm tapi sudahlah, saya tak ingin membebankannya lagi lebih lama. biarlah semuamya berjalan sebagaimana mestinya, dan saya harus lebih berani dan yakin untuk melangkah. jangan sampai ada keraguan dalam setiap langkah.

25 tahun, awal dari semua hal yang lebih besar akan saya hadapi. kata orang-orang 25 tahun adalah fase Quarter Life Crisis, semoga saya bisa melaluinya.

manusia itu unik, kehidupan apalagi. mungkin seru kali ya memetakan kehidupan berdasarkan rencana kita di setiap tahun memasuki usia usia tertentu. kalau di tanya, sudah berapa banyak masalah yang saya hadapi? jawabannya tentu aja belum seberapa.. tapi sudah cukup menampar dan mencambuk diri ini yang selalu bergantung kepada orang lain. terutama sosok ibu. 

fase tahun ini adalah lebih menyayangi diri sendiri, lebih ingin mengerti diri sendiri dan melihat hari hari dengan berbagai macam sudut pandang. yang pada akhirnya akan membuat saya berpikir (oohhhh.. semua bisa dilalui). 

"sabarlah, Allah bersama kita". kalimat ini yang akan selalu saya lontarkan di diri sendiri. :)


selamat menjalani hidup. jangan lupa menjadi bermanfaat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP

Ada yang tau kontrak hidup kalian selama di dunia ini??? Setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Kita gak pernah tau, sampai kapan kontrak hidup di dunia..  Kalau ada yang tau, itu hebat banget dia..  Menyaingi Allah.. Lalu bagaimana diagnosa dari dokter atas kehidupan seseorang yang menderita penyakit mematikan??? Lagi lagi..  Tak sedikit yang masih sampai sekarang hidup dengan baik baik saja..  Padahal diprediksikan hidup tinggal 2 bulan lagi..  Hahaha.. Kuasa Allah lebih tinggi.. Sekenario Allah lebih indah.. Berprasangka baik sama Allah.. Pasti yang terbaik kelak.. Hidup..  Tak sedikit orang minta meninggal cepat karena banyak permasalahan yang tidak bisa dia tangani.. Mati...  Tak sedikit orang yang dikasi meninggal cepat, minta untuk hidup lebih lama.. Siapapun kalian yang baca tulisan ini.. Jangan pernah berpikiran buruk.. Jangan pernah menyalahkan Allah siapapun yang pergi duluan Menggalkan kalian, ikhlaskan... Kadang,...

Patah Hati Terbesar (Lagi)

 Ya sesuai dengan postingan ku sebelumnya, aku bakal ceritain patah hati terbesar ke dua dalam hidup ku sebelum masuk usia 25 tahun. tapi by the way nih ya, di seluruh platform yang aku punya nih lagi banyak banyak nya ngebahas tentang Quarter Life Crisis. dan aku penasaran dong kan apaan sih itu.. nah ternyata nih kondisi ini biasanya emang pasti di lalui dan dirasakan oleh setiap manusia ketka sudah memasuki usia 20 tahunan.  menurut artikel di Alodokter, " Quarter life crisis  atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial." HAHAHAHA entah aku masuk atau nggak dalam sirkel itu yah.. tapi dari ketiga patah hati terbesar ku kayaknya ada deh yang masuk nih 2 diantara 3 nya hihihi.. gak papa aku bakal sharing disini, karena, menurutku cerita hid...

Patah Hati Terbesar (lagi) part 2

lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit.  eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif. ------------------------------------------------------------------------------------------ dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya.  bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam h...