Langsung ke konten utama

Patah Hati Terbesar (Lagi)

 Ya sesuai dengan postingan ku sebelumnya, aku bakal ceritain patah hati terbesar ke dua dalam hidup ku sebelum masuk usia 25 tahun.

tapi by the way nih ya, di seluruh platform yang aku punya nih lagi banyak banyak nya ngebahas tentang Quarter Life Crisis. dan aku penasaran dong kan apaan sih itu.. nah ternyata nih kondisi ini biasanya emang pasti di lalui dan dirasakan oleh setiap manusia ketka sudah memasuki usia 20 tahunan. 

menurut artikel di Alodokter, "Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial."

HAHAHAHA entah aku masuk atau nggak dalam sirkel itu yah.. tapi dari ketiga patah hati terbesar ku kayaknya ada deh yang masuk nih 2 diantara 3 nya hihihi..

gak papa aku bakal sharing disini, karena, menurutku cerita hidup seseorang bisa dijadikan pelajaran untuk orang lain (bagi yang ngebaca) ahaha. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

nah, kalau kalian udah baca postingan ku sebelumnya, patah hati terbesar pertama ku adalah kehilangan mama, kalau yang sekarang bakal aku ceritain, gimana cara aku ngerasain patah hati ke dua dalam hidup ku, yang rasanya AKKHHHH MANTAPS!

temen-temen tau? sekarang masih masuk dalam kondisi pandemi? dan aku selalu berdoa cepatlah datang ENDEMI, udah berakhir aja ini virus yang gak kasat mata ini. ada sisi baiknya manusia jadi terbentuk aware nya terhadap kebersihan dan adab ketika bersim, batuk, pilek dll... aku bersyukur banget tuh, manusia jadi kebentuk adabnya tentang hal hal sepele tapi sebenernya penting banget dalam menghadapi makhluk tak kasat mata ini (virus). 

tapiiiiiiiii jahatnya pandemi ini adalah, membuat kesenjangan sosial antar manusia. bayangkan aja, ketika ada seseorang yang terkena penyakit ini, yang harusnya di jenguk, yang harusnya di berikan perhatian, yang harusnya mendapatkan banyak doa dari banyak orang malahan sebaliknya. dari analisis awam aku adalah, orang yang sakit bukan fisiknya aja kalau begini, tapi lama lama mentalnya juga. pas tau terpapar covita ini, semua jadi jaga jarak dan pada akhirnya seperti melakukan pengucilan terhadap orang yang menderita.aarrrgghhhh apaan dah ini??!!!

bahkan ya dokter aja bisa banget tu meriksa pasien sakitnya apa tanpa di lihat kondisi pasien. tiba tiba belajar telepati kali yah.. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

kenapa aku bisa nulis begini, karena beberapa minggu lalu, papa aku positif covita, dan kalian tau? apa yang dilakukan oleh orang orang terdekat ku? mereka langsung menjudge JAGA JARAK, GAK MAU MAIN KERUMAH, TAKUT NULARIN, JANGAN KELUAR KEMANA MANA, TUTUP PINTU AJA, NYESEL KAN LO GAK PUNYA DANA KESEHATAN, dan seketika rumah aku sepi dan handphone ku tiba-tiba ramai yang ngucapin kesedihannya dan doa dari jauh.

walaupun gak semua nya kayak begitu, alhamdulillah masih ada saudara dan orang orang terdekat aku yang mau ngulurin tangannya untuk ngebantu sebisa mereka. aku makasih banget supportnya, Allah udah baik banget masih banyak orang-orang yang baikkk banget di sirkel hidup aku. aku bersyukurnya disitu. 

tapi! tetep aja karena kondisi keluarga aku saat itu sedih banget nget nget nget, akhirnya batin aku agak sakiiittt banget dengan omongan orang-orang yang ngomong sumbang seperti itu. tapi udahlah ya, karena yang bikin aku patah hati terbesar adalah ketika masa kritisnya papa. kita milih rumah sakit swasta yang bener-bener bisa handle papa dengan sangat baik, kebetulan bisa di jaga satu orang di rangan itu untuk liat papa 24 jam, karena kalau gak di jagain gitu perawat cuman handle lewat CCTV aja, nah sering kejadian orang penderita covita ini lewatttt ya karena saturasi oksigennya kagak di pantau. alhamdulillah lagi mbak nya aku bisa jagain papa di dalam sana, dan tiap detik di cek saturasi oksigennya, karena ternyata penderita covita ini kagak boleh rendah saturasi oksigennya itu yang menyebabkan lost (meninggal) dengan tidak ketahuan. 

aku cuman bisa pasrah! mungkin temen temen yang baca tulisan ku bakal kaget. iya, aku cuman bilang kalau papa sakit paru paru dan ginjal. tapi itu aku gak bohong, emang beneran penyakit bawaan papa ku itu, itu yang jadi fokus utama dokter buat disembuhin daripada covita nya..

kalau emang sebahaya itu ni pandemi, lah mbak ku yang ikutan isolasi didalam sana sama papa pas cek alhamdulillah hasilnya negatif. jadi intinya tergantung IMUN dan kondisi fisik aja ya gaess!! sama satu lagi.. kalau kalian denger orang terdekat kalian kena ini, tolong! tolong ! di support! jangan malah di jauhin. dia gak kena kudis kok! skealipun orang itu kena kudis, panu dll, harusnya kita ikutan bantuin gimana nyebuhinnya. 

mana simpati dan empati manusia klean?! yang harus kita tekankan dalam diri manusia. "manusia itu yang sakit bukan fisiknya sebenernya, tapi MENTAL nya". makanya kenapa Aa gym bilang jagalah hati, jangan kau nodai. klean sadar gak kalau yang buat penyakit itu parah adalah dari HATI dan diteruskan ke OTAK. 

hati hati dengan hati. 

aku agak kesel di postingan kali ini, karena emang banyak yang gak beres di otak manusia pada umumnya. kita mencegah dan mengantisipasi boleh banget, nah gimana caranya jangan sampai ngelukain hati orang bisa gak?

jangan samain mental orang dengan mental kalian yah.. ada yang baperan, ada yang biasa aja, ada yang cuek, ada yang emosian. ada yang diem diem balas dendam.

lah kita kan gak tau hati manusia. 

cukup doain aja itu udah cukup.

---------------------------------------------------------------------------------------

udah ah ngomelnya. jadi, pas hari pertama papa masuk rawat inap, papa di jemput tuh pake ambulance, lagi lagi ambulace yang buat aku trauma datang kerumah ku lagi, dan petugasnya bilang, ayo kak ucapin terakhir buat papanya, kasi semangat dan doain terus. semoga bisa balik kerumah lagi.

ya allah, kayak mau pergi jauh aja aku digituin sama si abang petugas buat ngobrol sama papa. ya aku disitu cuman bisa kasi semangat ke papa, "cepet pulang pa, jangan lama lama di rumah sakit, rumah kita disini lebih enak." papa dengan kondisi lemes nya cuman bisa baring aja dan napasnya ngap ngap di pakein oksigen. 

udah deh disitu aku cuman bisa kontrol perkembangan papa di group WA aja yang isinya aku dan 5 saudara ku yang masing-masing udah punya tugasnya. 

saat itu posisi yang bisa nguatin adalah kami kami aja, gak ada yang bisa nguatin kami selain kami kami sendiri. 

hari demi hari terlewati dengan kondisi papa yang semakin drop. mulai ngeracau, bawaannya tidur terus, gak mau makan, nafas ngap ngap kyak ikan gitu, mengigil dan masih banyak lainnya. gak putus doa, sholat, tilawah buat papa. 

kondisi yang ku alamin sama persis saat aku deg degan ketika dokter lagi pasang selang bantu pernafasan mama, cuman bedanya kejadian mama tu itungan menit aja aku langsung pecah tangisan pas tau mama udah gak ada. nah kalau kondisi si papa, ini Allah kuatin emang dah mental aku untuk ngerasain perih, pait, asem, manis nyessss lebih lama dan bahkan tidur aja dalam hitungan menit aja, sisanya buka handphone lagi buat mastiin perkembangan papa. 

dan aku gak nyebayangin mbak ku yang nemenin papa disana, pastinya gak tidur. 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

lanjut ke postingan selanjutnya yah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP

Ada yang tau kontrak hidup kalian selama di dunia ini??? Setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Kita gak pernah tau, sampai kapan kontrak hidup di dunia..  Kalau ada yang tau, itu hebat banget dia..  Menyaingi Allah.. Lalu bagaimana diagnosa dari dokter atas kehidupan seseorang yang menderita penyakit mematikan??? Lagi lagi..  Tak sedikit yang masih sampai sekarang hidup dengan baik baik saja..  Padahal diprediksikan hidup tinggal 2 bulan lagi..  Hahaha.. Kuasa Allah lebih tinggi.. Sekenario Allah lebih indah.. Berprasangka baik sama Allah.. Pasti yang terbaik kelak.. Hidup..  Tak sedikit orang minta meninggal cepat karena banyak permasalahan yang tidak bisa dia tangani.. Mati...  Tak sedikit orang yang dikasi meninggal cepat, minta untuk hidup lebih lama.. Siapapun kalian yang baca tulisan ini.. Jangan pernah berpikiran buruk.. Jangan pernah menyalahkan Allah siapapun yang pergi duluan Menggalkan kalian, ikhlaskan... Kadang,...

Patah Hati Terbesar (lagi) part 2

lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit.  eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif. ------------------------------------------------------------------------------------------ dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya.  bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam h...