Langsung ke konten utama

Patah Hati Terbesar (lagi) part 2

lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit. 

eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif.

------------------------------------------------------------------------------------------

dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya. 

bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam hidup kami. tapi kami yang awam banget tentang medis, malah khawatir kalau papa cuci darah sekali maka akan terus terusan cuci darah.

daaannnn untungnya kami konsultasikan semua ke dokter. dan kata dokter papa gak permanen cuci darahnya. gak terjadwal dan gak wajib. tindakan yang diambil saat itu untuk membantu buang racun yang ada di ginjal papa, semua kondisi memburuk ketika papa tidur mulu dan gak mau makan semasa kritisnya. akibatnya metabolisme tubuhnya gak baik terjadilah pengendapan di ginjalnya. bahkan papa jadi punya penyakit lambung. 

YA Allah! 

ada kalimat dokter yang membuat aku drop outtttt! ini di katakan kepada kami ketika konsul.

"kalau terjadi sesuatu dengan bapak, kita tidak bisa berbuat apa apa dan kirim lewat doa saja ya"

kurang patah hati apa lagi aku dibuatnya. langit kehidupan ku seakan runtuh !!! kilat petir daaann argh gak taulah.

gak berenti handphone ku masuk chattingan dan telfon, tapi gak sempat aku respond semuanya. aku butuh nenangin diri sendiri. dan aku rasa cuman Allah yang bisa nenangin aku. 

---------------------------------------------------------------------------------------------

hari demi hari aku lewatin dengan gak setetes pun air mata aku keluarin di depan saudara-saudaraku. tiap kali keluar dari ruang administrasi lutut ku gemeteran, hahaha tiba tiba gak berasa jejak di lantai dan pengennya terbang dari lantai 7 ke lantai dasar. yang jelas hati aku kayak di potek potek wkwkwk..

perih perih gimana gitu, 

Alhamdulillah Allah cukupkan, Allah mampukan..

walaupun sempat aku cerita, kayak kurang ajar gak sih aku, jajanin orang tuanya ke rumah sakit doang. HAHAHA.. dan di tanggapi salah dengan lawan bicara ku, "ya nyesel gak, gak nyiapin dana kesehatan?"

dengan mantapnya aku bilang NGGAK lah.. prinsip ku ya tetep gak bakal nyiapin dana buat kesehatan, ini bicara soal Mindset yah. jangan ngumpulin duit buat bayarin kita rawat inap dan bayarin kesakitan kita. mending kita alokasikan uang kita buat yang namanya dana darurat. darurat bisa apa aja. dan yang penting pikirkan kalau kita SEHAT terus!. 

kalau menurutku timing becandanya gak pas banget sih. haha.. tapi yaudahlah ya, aku selipin becanda aja jawabnya. 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

alhamdulillah papa udah mendingan dan sekarang masa pemulihan. papa udah pulang kerumah sesuai dengan doa doa aku dan temen temen semua biar cepet pulang kerumah, Allah kabulin semua gaes !

aku harap ini bukan simulasi sama kayak mama dulu. aku harap ini pasti selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa aku ambil. aku harap mental ku, kesiapan ku lebih siap, jika kedepannya apapun itu yang terjadi dalam hidup ku akan datang dengan tiba-tiba.

aku harap, gak ada lagi trauma trauma dalam hidup ku..

aku harap aku gak mudah buat musingin omongan sumbang orang lain.

aku harap makin banyak manusia yang punya simpati dan empati yang tinggi untuk sesamanya.

dan aku berharap semua kebaikan dimulai dari diri aku untuk orang lain tanpa aku mengahrap feedback yang sama.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

udah sih. itu aja masa kalut ku di patah hati kali ini. 

nah, maybe payah hati ke tiga dalam hidup ku, aku nyampaikannya gak se emosi ini hahaha..

aku harap kalian bisa ambil yang baik baiknya aja, dan tujuan aku nulis ini semua untuk berbagi pengalaman. bukan untuk ngeluh dan umbar masalah. yang ku ceritain udah lewat. bukan saat ini yang aku alami. okesip?

terimakasih sudah mau baca sampai habis.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP

Ada yang tau kontrak hidup kalian selama di dunia ini??? Setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Kita gak pernah tau, sampai kapan kontrak hidup di dunia..  Kalau ada yang tau, itu hebat banget dia..  Menyaingi Allah.. Lalu bagaimana diagnosa dari dokter atas kehidupan seseorang yang menderita penyakit mematikan??? Lagi lagi..  Tak sedikit yang masih sampai sekarang hidup dengan baik baik saja..  Padahal diprediksikan hidup tinggal 2 bulan lagi..  Hahaha.. Kuasa Allah lebih tinggi.. Sekenario Allah lebih indah.. Berprasangka baik sama Allah.. Pasti yang terbaik kelak.. Hidup..  Tak sedikit orang minta meninggal cepat karena banyak permasalahan yang tidak bisa dia tangani.. Mati...  Tak sedikit orang yang dikasi meninggal cepat, minta untuk hidup lebih lama.. Siapapun kalian yang baca tulisan ini.. Jangan pernah berpikiran buruk.. Jangan pernah menyalahkan Allah siapapun yang pergi duluan Menggalkan kalian, ikhlaskan... Kadang,...

Patah Hati Terbesar (Lagi)

 Ya sesuai dengan postingan ku sebelumnya, aku bakal ceritain patah hati terbesar ke dua dalam hidup ku sebelum masuk usia 25 tahun. tapi by the way nih ya, di seluruh platform yang aku punya nih lagi banyak banyak nya ngebahas tentang Quarter Life Crisis. dan aku penasaran dong kan apaan sih itu.. nah ternyata nih kondisi ini biasanya emang pasti di lalui dan dirasakan oleh setiap manusia ketka sudah memasuki usia 20 tahunan.  menurut artikel di Alodokter, " Quarter life crisis  atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial." HAHAHAHA entah aku masuk atau nggak dalam sirkel itu yah.. tapi dari ketiga patah hati terbesar ku kayaknya ada deh yang masuk nih 2 diantara 3 nya hihihi.. gak papa aku bakal sharing disini, karena, menurutku cerita hid...