lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit.
eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif.
------------------------------------------------------------------------------------------
dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya.
bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam hidup kami. tapi kami yang awam banget tentang medis, malah khawatir kalau papa cuci darah sekali maka akan terus terusan cuci darah.
daaannnn untungnya kami konsultasikan semua ke dokter. dan kata dokter papa gak permanen cuci darahnya. gak terjadwal dan gak wajib. tindakan yang diambil saat itu untuk membantu buang racun yang ada di ginjal papa, semua kondisi memburuk ketika papa tidur mulu dan gak mau makan semasa kritisnya. akibatnya metabolisme tubuhnya gak baik terjadilah pengendapan di ginjalnya. bahkan papa jadi punya penyakit lambung.
YA Allah!
ada kalimat dokter yang membuat aku drop outtttt! ini di katakan kepada kami ketika konsul.
"kalau terjadi sesuatu dengan bapak, kita tidak bisa berbuat apa apa dan kirim lewat doa saja ya"
kurang patah hati apa lagi aku dibuatnya. langit kehidupan ku seakan runtuh !!! kilat petir daaann argh gak taulah.
gak berenti handphone ku masuk chattingan dan telfon, tapi gak sempat aku respond semuanya. aku butuh nenangin diri sendiri. dan aku rasa cuman Allah yang bisa nenangin aku.
---------------------------------------------------------------------------------------------
hari demi hari aku lewatin dengan gak setetes pun air mata aku keluarin di depan saudara-saudaraku. tiap kali keluar dari ruang administrasi lutut ku gemeteran, hahaha tiba tiba gak berasa jejak di lantai dan pengennya terbang dari lantai 7 ke lantai dasar. yang jelas hati aku kayak di potek potek wkwkwk..
perih perih gimana gitu,
Alhamdulillah Allah cukupkan, Allah mampukan..
walaupun sempat aku cerita, kayak kurang ajar gak sih aku, jajanin orang tuanya ke rumah sakit doang. HAHAHA.. dan di tanggapi salah dengan lawan bicara ku, "ya nyesel gak, gak nyiapin dana kesehatan?"
dengan mantapnya aku bilang NGGAK lah.. prinsip ku ya tetep gak bakal nyiapin dana buat kesehatan, ini bicara soal Mindset yah. jangan ngumpulin duit buat bayarin kita rawat inap dan bayarin kesakitan kita. mending kita alokasikan uang kita buat yang namanya dana darurat. darurat bisa apa aja. dan yang penting pikirkan kalau kita SEHAT terus!.
kalau menurutku timing becandanya gak pas banget sih. haha.. tapi yaudahlah ya, aku selipin becanda aja jawabnya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
alhamdulillah papa udah mendingan dan sekarang masa pemulihan. papa udah pulang kerumah sesuai dengan doa doa aku dan temen temen semua biar cepet pulang kerumah, Allah kabulin semua gaes !
aku harap ini bukan simulasi sama kayak mama dulu. aku harap ini pasti selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa aku ambil. aku harap mental ku, kesiapan ku lebih siap, jika kedepannya apapun itu yang terjadi dalam hidup ku akan datang dengan tiba-tiba.
aku harap, gak ada lagi trauma trauma dalam hidup ku..
aku harap aku gak mudah buat musingin omongan sumbang orang lain.
aku harap makin banyak manusia yang punya simpati dan empati yang tinggi untuk sesamanya.
dan aku berharap semua kebaikan dimulai dari diri aku untuk orang lain tanpa aku mengahrap feedback yang sama.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
udah sih. itu aja masa kalut ku di patah hati kali ini.
nah, maybe payah hati ke tiga dalam hidup ku, aku nyampaikannya gak se emosi ini hahaha..
aku harap kalian bisa ambil yang baik baiknya aja, dan tujuan aku nulis ini semua untuk berbagi pengalaman. bukan untuk ngeluh dan umbar masalah. yang ku ceritain udah lewat. bukan saat ini yang aku alami. okesip?
terimakasih sudah mau baca sampai habis..
Komentar
Posting Komentar