Langsung ke konten utama

Patah Hati Terbesar

Assalamualaikum, wahhh lama banget yah aku nggak nulis blog lagi.. 
aku baru kelar ngerjain beberapa kerjaan dan beberapa ujian langsung dari Allah nih hehe..

semoga aku naik kelas yah dan ridha atas apapun yang Allah udah takdirkan untuk aku.

by the way, aku pengen cerita nih beberapa kejadian patah hati yang aku alami selama hidup. rasanya tu sama persis dengan yang temen temen ku ceritain kalau mereka lagi patah hati haha...

oke gak pake lama, aku bakal cerita Patah Hati Terbesar #1 selama aku hidup..

-------------------------------------------------------------------------------------
guys, kalian kalau denger kata IBU, apa sih yang pertama kalian bayangkan?
kalau aku ni yah, manja manja an sama mama di depan TV sambil nonton dan bahas aktivitas seharian diluar sambil ngemil jajanan karena hobi aku sama mama suka jajan haha..

kalau aku boleh tebak pasti yang pertama di pikiran kalian adalah OMELAN hahaha!!

iya juga sih aku juga begitu mikirnya, tenang tenang kalian gak salah kok haha..

tapi ya, emang ngangenin sih seseorang jika udah gak pernah bisa kita liat untuk selama lamanya.
iya, mama ku sudah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu tepatnya 8 Oktober 2017. saat itu posisinya aku lagi semester akhir. Ambyarrr tenan.. sempat menghilang dari kampus selama 2 bulanan lebih dan aku jadi gak mau wisuda. 

syukur alhamdulillah masih banyak yang support aku, dari temen-temen, saudara, dosen-dosenku, senior senior ku juga sampe temen-temen bisnis ku.

aku baru pernah merasakan patah hati yang sangat sangat menyayat perasaan haha, gak bisa di deskripsikan gimana kalutnya malam itu ketika aku harus kocar kacir bawa mama ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama dari UGD, karena ternyata mama ku gagal nafas. masih sampe sekarang nih kalau teringat kejadian itu posisi dokter yang lagi mencoba memasuki selang bantuan nafas ke rongga mulut mama, tapi ternyata terlambat sudah, mama udah jalan duluan. 

di mobil menuju rumah sakit, mama gak berenti ngucapin la illaha illaullah.. dan aku cuman bisa panik, nangis, dan ngeliatin mama berjuang. 

perasaan ku kayak di sayat gitu rasanya periiiihhhhhh.. pas tau mama udah gak ada, tapi sebenernya yang bikin aku shock adalah aku gak ngebayangin kalau posisi yang meninggal itu aku, gimana nasib aku bisa gak ngucapin 2 kalimat syahadat pas lagi sakaratul maut, gimana malam pertama di kuburan, gimana sosok malaikat yang bakal nanya nanya di dalam kubur. itu yang buat aku kencang banget nangisnya. dan posisinya aku mikir mama gimana disana. aku gak bisa bantu apa apa. makin sesak dan kalangkabut aku memikirkannya, gak nyampe otak aku buat mengimajinasikan kehidupan disana.

Ya Allah cukupkanlah bekal kami selama di dunia untuk pulang menghadap Mu.

cerita patah hati temen temen aku gak bisa aku bayangin sebenernya sepele banget kalau dibandingkan patah hati di tinggal pergi selama lamanya. 

sekarang gini deh, ngapain berharap ke manusia biar cinta sama kita, biar mau hidup sama kita, padahal udah ada cinta yang bener bener real dari yang menciptakan kita. Dia udah kasi kita makan, Dia udah kasi kita hidup, Dia udah kasi kita apapun yang kita butuhkan tanpa merasa kekurangan sedikitpun. iya, Allah udah kasi kita itu semua melalui perantara orang tua kita. 

kurang apa lagi coba? kalau mau dapetin perhatian yang lebih dari itu ke orang lain tanpa berniat untuk menikah (jalur yang halal) berarti kita gak bersyukur atas apa yang udah Allah kasi selama ini yang dititipkan ke orang tua kita.

balik lagi ke kejadian malam itu, patah hati terbesar dalam hidupku. 

ya, kehilangan orang yang benar benar berjasa dalam hidup aku di dunia ini. kalau gak ada dia aku gak mungkin Allah izinkkan untuk ada di dunia. dari rahim dia aku bisa bertahan sampai sekarang semoga kuat!

setiap kali liat ambulance aku sesak banget, kayak ada trauma tersendiri haha parah !!

dulu dia yang doain aku sampai aku bisa sekuat ini, nah sekarang gantian aku yang akan selalu doain dia disana semoga sampai ya ma. aku di sini selalu ingin melakukan yang baik baik biar mama disana gak capek capek jawab dan bertanggung jawab dihadapan Allah atas perlakuan buruk yang aku lakuin di dunia. semoga beneran gak ada kecatet ya ma kelakuan bobrok ku ini. aku selalu akan menjaga apapun itu sekecil apapun itu. demi doa ku sampai untuk mu disana, biar terang terus kehidupan baru mu disana. 

aku nahan rindu sesak disini ma, gak ada yang bisa aku lakuin selain ngirimkan doa dan sedekah untukmu.

sekarang usia ku hampir 25 tahun ma, beberapa plan list yang kita buat waktu itu sudah lumayan banyak yang ke centang. aku usahain terus untuk mewujudkan semuanya dengan cara dan kesanggupan ku. walau lama sekali waktu yang di butuhkan, tapi aku selalu berdoa semoga Allah kabulkan apa yang sudah kita rencanakan..

ma, ada kejadian patah hati lainnya yang membuat ku merasakan shock yang sama saat mama ninggalin aku disini. trauma, sedih, hampa, dan tetap harus berjuang melawan kesedihan di hati diri.

Allah baik banget ma, udah mau nguatin aku disini. Allah kasi sosok sosok mama di ibu ibu nya temen temen ku, hangatnya sayang mereka kalau di kumpulin jadi satu sama seperti hangatnya pelukan mama ke aku waktu lagi down, 

setiap malam harus mengadu ke Allah kalau aku hampa jika tanpa campur tangan Dia dalam mengatur cerita kehidupan ku. sedikit demi sedikit aku mulai mengerti hidup ini layaknya untuk apa,

apa yang harus di persiapkan apa yang tidak perlu di khawatirkan, apa yang perlu di waspadai, apa yang perlu diingat,

banyak sekali tugas yang disepelekan kebanyakan manusia di dunia. padahal itu yang terpenting untuk bagaimana caranya tetap bertahan dalam kondisi apapun. mendapatkan ke tenangan itu gak bisa di bayar dengan nominal berapapun.

ya, yang ku kejar adalah ketenangan dalam hati di situasi dan kondisi apapun itu, pastinya dengan proses yang tidak sebentar. dan gak mungkin juga prosesnya tidak berbatu dan berdarah hahaha..

tenang, jika Allah tempatkan aku menjadi kaya aku tak lupa cara hidup sederhana.
tenang, jika Allah kasi aku sakit tapi aku tak lupa mempunyai semangat yang tinggi saat sehat.
tenang, jika Allah uji aku dengan fitnah, tetap masih bertahan dengan bergantung kepada Dia saja,
tenang, jika Allah obrak abrik hatiku dengan situasi dan kondisi apapun aku tetap tenanggggg dalam ibadah ibadahku..

aku belajar semua itu dari kepergian mu ma, dari pulangnya mama. badai satu satu berdatangan, hati ku di obrak abrik dengan kejadian setiap harinya yang membuatku depresi ringan.

di mulai dari gak bisa santai bicara dengan papa, selalu tengakaran sama si bontot dan mbak mbak yang lain. karena aku merasa yang pahan diri aku hanya mama.. aku seperti kehilangan tempat berteduh. kacau!!! bahkan aku tak berniat untuk menyelesaikan S1 ku. Aku hancur ma, aku NOL, aku gak bisa ngapa ngapa in..

-----------------------------------------------------------------------------
tapi, sekarang tenang aja ma, aku bisa handle semuanya. dari pengendalian keuangan, pengendalian diri sampai ke pengendalian emosi yang dari dulu itu ke khawatiran tertinggi kepada ku.

Al Fatihah tak putus untuk mu ma, karena itu cara aku merindukan mu.

aku bakal cerita Patah Hati Terbesar ke 2 yang aku alami selanjutnya di postingan selanjutnya yah..
terimakasih sudah mau membaca.

wassalamualaikum..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP

Ada yang tau kontrak hidup kalian selama di dunia ini??? Setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Kita gak pernah tau, sampai kapan kontrak hidup di dunia..  Kalau ada yang tau, itu hebat banget dia..  Menyaingi Allah.. Lalu bagaimana diagnosa dari dokter atas kehidupan seseorang yang menderita penyakit mematikan??? Lagi lagi..  Tak sedikit yang masih sampai sekarang hidup dengan baik baik saja..  Padahal diprediksikan hidup tinggal 2 bulan lagi..  Hahaha.. Kuasa Allah lebih tinggi.. Sekenario Allah lebih indah.. Berprasangka baik sama Allah.. Pasti yang terbaik kelak.. Hidup..  Tak sedikit orang minta meninggal cepat karena banyak permasalahan yang tidak bisa dia tangani.. Mati...  Tak sedikit orang yang dikasi meninggal cepat, minta untuk hidup lebih lama.. Siapapun kalian yang baca tulisan ini.. Jangan pernah berpikiran buruk.. Jangan pernah menyalahkan Allah siapapun yang pergi duluan Menggalkan kalian, ikhlaskan... Kadang,...

Patah Hati Terbesar (Lagi)

 Ya sesuai dengan postingan ku sebelumnya, aku bakal ceritain patah hati terbesar ke dua dalam hidup ku sebelum masuk usia 25 tahun. tapi by the way nih ya, di seluruh platform yang aku punya nih lagi banyak banyak nya ngebahas tentang Quarter Life Crisis. dan aku penasaran dong kan apaan sih itu.. nah ternyata nih kondisi ini biasanya emang pasti di lalui dan dirasakan oleh setiap manusia ketka sudah memasuki usia 20 tahunan.  menurut artikel di Alodokter, " Quarter life crisis  atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial." HAHAHAHA entah aku masuk atau nggak dalam sirkel itu yah.. tapi dari ketiga patah hati terbesar ku kayaknya ada deh yang masuk nih 2 diantara 3 nya hihihi.. gak papa aku bakal sharing disini, karena, menurutku cerita hid...

Patah Hati Terbesar (lagi) part 2

lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit.  eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif. ------------------------------------------------------------------------------------------ dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya.  bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam h...