Langsung ke konten utama

BERCERMIN DALAM DIRI


Assalamualaikum guys..

Februari, 27 2019

“Berpisah itu mudah, namun melupakan kenangan yang telah terlukis itu yang sulit.”

Ternyata, menyayangi saudara melebihi diri sendiri itu wajib dilakukan oleh manusia. Jangan egois kepada sekitar, karena tidak tau kapan akan membutuhkan mereka. Sekecil apapun, seremeh apapun dan setidak penting apapun. Jangan katakan “aku tak butuh dia, aku tidak sedarah dengan dia, dia bukan siapa-siapa dihidupku” selagi seiman, semua adalah saudara, saudara seiman namanya. Karena suatu saat pasti akan membutuhkan. Kadang, memiliki konflik seperti besar. Jika ditarik garis lurus, semua terjadi hanya karena KEGENGSIAN, KEEGOISAN dan KEBODOHAN. Manusia, memiliki sifat ingin menguasai dan ingin selalu benar. Bagaimana tidak membahas keburukan oranglain hingga tak ada hentinya, orang yang dibahas selalu melakukan hal yang seperti benar, padahal salah.
Hidup hanya itu-itu saja, tidak banyak yang berbeda. Hanya saja waktu kejadian yang berbeda. Penanganan dan menghadapi yang berbeda. Ternyata banyak bedanya...

Coba sesekali meratap, bukan sebagai manusia yang paling tersiksa dan termalang di dunia. Posisikan diri sebagai pendosa, selalu memiliki salah dan perhatikan orang yang telah tersakiti. Entah, dari lisan, sikap, sengaja atau tidak sengaja. Tak peduli sudah tua atau muda. Lihat dicermin, sadar bahwa bukan malaikat. Tetap manusia penuh dosa... iya, penuh dosa, merasa paling benar dan ingin berkuasa. Sebaik apapun, pasti akan memiliki kesalahan. Sebijak apapun pasti akan tak tepat dalam melangkah. Sadarlah!! Cuma manusia biasa. Bukan seorang Nabi yang memang menjadi teladan bagi manusia. Lihatlah, sehebat apa? Sudah melakukan apa? Untuk bermanfaat orang lain, bukan pribadi. Tanyakan, sudah berapa banyak menyakiti orang lain? Dari lisan dan sikap?.

Jika harta membuat gelap mata, maka harus dipertanyakan kemana cahaya yang menerangi mata. Jika kekuasaan membuat tinggi diri, tanyakan dimana posisi rendah hati untuk menjangkau dalam membersamai. Pikirlah, meninggi hanya untuk sendiri, merendah pasti akan selalu ingin membersamai.

Sudah sadarkah? Besok akan kembali.. kembali ketempat yang abadi, tinggalkan iri dengki. Karena jangan kembali dengan posisi diri merugi. Jika belum mengerti coba kembali bercermin. Lihat, apa yang dimiliki?? Selain dosa dan penuh kesalahan.. jika sudah menyadari, kembalilah membersamai dan maaf memaafkanlah.. buang Egois, Gengsi dan Bodoh.. walau itu tidak akan pernah lepas dari manusia. Sudahlah cukup, sering menganggap diri hina lebih mulia daripada merasa paling benar dan tak mau kalah. Sekali lagi, tak peduli usia. Jika salah, yang mengakulah. Jika benar ya akuilah. Hidup ternyata sesimpel itu. Yang membuatnya rumit adalah KEEGOISAN + KEGENGSIAN + KEBODOHAN = MERUGI. Sampai kapan akan menjadi seperti itu. Mencari ketenangan sangat sulit saat ini, selain faktor internal, ternyata faktor eksternal juga sangat mempengaruhi. Yaitu manusia manusia yang sejenis. Merasa benar dan meninggi. Tamatlah sudah.. perbaiki sekitar, sterilkan diri, cari kumpulan yang sama-sama ingin selalu bercermin menganggap dirinya tidak ada apa-apanya dalam berbuat. Bukan kumpulan manusia putus asa, tapi kumpulan manusia yang rendah hatinya.

Ketika berbicara menenangkan. Ketika sikapnya berkesan dalam proses perbaikan hati. Kehadirannya menenangkan. Jika tidak dapat, maka jadilah seperti itu. Gunakan untuk orang lain. Hidup akan lebih bermakna dalam taat. Dan Pencipta pun akan menyenangi manusia.

Ya, saudara harus lebih bisa memposisikan diri. Tak selamanya tua akan benar, tak selamanya muda akan salah. Saling nasehat dan mau menerima itu yang akan selalu ke arah yang benar. Solusi akan selalu didapat dan kemudahan dalam hidup akan selalu ditemukan. Saudara perlu tata hati. Tata diri.
Sudahlah, jangan terlalu lama larut dalam kubangan kebodohan. Saudara yang terpisah akan jauh lebih merindukan. Saudara yang terdekat akan solid dalam bersikap.   

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIDUP

Ada yang tau kontrak hidup kalian selama di dunia ini??? Setiap yang bernyawa pasti akan mati.. Kita gak pernah tau, sampai kapan kontrak hidup di dunia..  Kalau ada yang tau, itu hebat banget dia..  Menyaingi Allah.. Lalu bagaimana diagnosa dari dokter atas kehidupan seseorang yang menderita penyakit mematikan??? Lagi lagi..  Tak sedikit yang masih sampai sekarang hidup dengan baik baik saja..  Padahal diprediksikan hidup tinggal 2 bulan lagi..  Hahaha.. Kuasa Allah lebih tinggi.. Sekenario Allah lebih indah.. Berprasangka baik sama Allah.. Pasti yang terbaik kelak.. Hidup..  Tak sedikit orang minta meninggal cepat karena banyak permasalahan yang tidak bisa dia tangani.. Mati...  Tak sedikit orang yang dikasi meninggal cepat, minta untuk hidup lebih lama.. Siapapun kalian yang baca tulisan ini.. Jangan pernah berpikiran buruk.. Jangan pernah menyalahkan Allah siapapun yang pergi duluan Menggalkan kalian, ikhlaskan... Kadang,...

Patah Hati Terbesar (Lagi)

 Ya sesuai dengan postingan ku sebelumnya, aku bakal ceritain patah hati terbesar ke dua dalam hidup ku sebelum masuk usia 25 tahun. tapi by the way nih ya, di seluruh platform yang aku punya nih lagi banyak banyak nya ngebahas tentang Quarter Life Crisis. dan aku penasaran dong kan apaan sih itu.. nah ternyata nih kondisi ini biasanya emang pasti di lalui dan dirasakan oleh setiap manusia ketka sudah memasuki usia 20 tahunan.  menurut artikel di Alodokter, " Quarter life crisis  atau krisis seperempat abad adalah periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial." HAHAHAHA entah aku masuk atau nggak dalam sirkel itu yah.. tapi dari ketiga patah hati terbesar ku kayaknya ada deh yang masuk nih 2 diantara 3 nya hihihi.. gak papa aku bakal sharing disini, karena, menurutku cerita hid...

Patah Hati Terbesar (lagi) part 2

lanjut yah, jadi tuh papa ku sekitar 13 harian di rumah sakit.  eh by the way, alasan aku gak ngasi tau kalian papa sakit apa, karena cukup deh sakit hati aku dapet kalimat negatif dari oknum oknum. yang penting aku udah bawa papa ke ruamh sakit sbelum nularin kemana mana. papa ku udah sembuh sekarang. jadi klean gak usah mikir yang nggak nggak. dan kami semua udah swab dan alhamdulillah hasilnya negatif. ------------------------------------------------------------------------------------------ dalam masa kritisnya papa, ada dua tindakan yang bikin aku stress banget untuk mengambil keputusan dengan saudara-saudara ku lainnya. yaitu penyuntikan obat ke paru parunya sekitar 11 jutaan, dan cuci darah karena kadar ureum papa yang udah menjejaki 200an. dan mustahil banget buat bisa nyuntikin obat paru saat itu. kondisi dua duanya buat dokter fokus ke ginjalnya.  bukan masalah nominalnya walaupun saat itu kami semua pontang panting buat menuhin kebutuhan yang tak terduga ini dalam h...