Kita gak pernah tau, satu detik, satu menit, satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan bahkan satu tahun kedepan akan dipertemuan dengan siapa dalam hidup kita..
Kita gak pernah tau juga kapan dan dimana bahkan dengan siapa kita akan di berjumpa..
..
Apa yang akan terjadi dalam hidup kita juga tidak tau akan seperti apa..
walaupun begitu demikian, tidak pernah sedikitpun akan ada penyesalan jika semua diserahkan kepada Sang Pemilik Segalanya.. iya.... Allah udah rencanain yang terbaik untuk kita.. asalkan kita berbuat baik, berprasangka baik dan semuanya baik baik juga untuk Allah..
kita gak tau dari lisan siapa akan menenangkan seorang nenek nenek tua yang sudah kesepian karena anak cucu tak memperhatikan dia..
kita gak tau dari sikap siapa akan membahagiakan seorang bapak bapak tua yang sudah kehilangan arah ketika istrinya meninggal dunia..
kita gak tau dari senyum wanita mana yang akan membuat seorang pemuda pekerja keras jatuh cinta..
kita benar benar tidak akan pernah tau kejadian hidup ini... kehilangan seorang wanita yang disayangi, melayani seorang wanita tua penuh harap ketenangan, mencoba tegar di depan bapak tua dan menaklukan hati seorang pemuda... tidak akan pernah tau sampai kapan.. hanya bergantung kepadaNya.. bersabar dan ini akan berlanjut sampai entah berakhir seperti apa..
pekerjaan berlabuh di ambang kehancuran.. entah akhirnya bahagia atau musnah.. ataukah tetap seperti ini.. tidak tau melampiaskan menuangkan dan bertindak seperti apa.. hingga dikatakan drama queen dan kehidupan yang memilukan.. tapi peduli apa?? sendiri merasakan dan mana pernah ada yang bersama hingga akhirnya kesehatan menurun.. perasaan sirna... dan hari-hari terasa datar..
tak akan pernah bisa menyalahkan siapapun selain meyendiri.. semua pendam tanpa ada yang tau walau wajah tak bisa berbohong dalam berinteraksi.. keputusan yang berisiko tinggi.. harapan untuk selalu sehat adalah utama dalam doa.. tidak terbayang dalam benak jika sakit terjadi kembali.. akan merepotkan seluruh penjuru dunia.. dan semakin merasa terbodoh.. hmm.. bukan sebuah penyelesaian..
apakah ini tahap depresi ringan??
terlalu memendam hingga akhirnya menumpuk..
kenapa tak ucap??
terlalu memikirkan perasaan orang hingga lupa perasaan sendiri..
terlalu naif dan inilah hidup sekarang.. tidak tau berapa detik kedepan..
harapan keberuntungan ada didepan.. karena merasa usaha keras sudah dilaksanakan..
Ya Allah.. sungguh sudah dibatas mana? apakah hanya di batas bawah dan tak bergerak? ataukah ini sudah dibatas atas??
semakin tidak mengerti apa yang tertulis...
memikirkan yang harusnya tidak dipikirkan..
trimakasih.. masalah membuat dewasa..
cinta, sosial, telah mengajari banyak hal..
-Malam Hening_
Kita gak pernah tau juga kapan dan dimana bahkan dengan siapa kita akan di berjumpa..
..
Apa yang akan terjadi dalam hidup kita juga tidak tau akan seperti apa..
walaupun begitu demikian, tidak pernah sedikitpun akan ada penyesalan jika semua diserahkan kepada Sang Pemilik Segalanya.. iya.... Allah udah rencanain yang terbaik untuk kita.. asalkan kita berbuat baik, berprasangka baik dan semuanya baik baik juga untuk Allah..
kita gak tau dari lisan siapa akan menenangkan seorang nenek nenek tua yang sudah kesepian karena anak cucu tak memperhatikan dia..
kita gak tau dari sikap siapa akan membahagiakan seorang bapak bapak tua yang sudah kehilangan arah ketika istrinya meninggal dunia..
kita gak tau dari senyum wanita mana yang akan membuat seorang pemuda pekerja keras jatuh cinta..
kita benar benar tidak akan pernah tau kejadian hidup ini... kehilangan seorang wanita yang disayangi, melayani seorang wanita tua penuh harap ketenangan, mencoba tegar di depan bapak tua dan menaklukan hati seorang pemuda... tidak akan pernah tau sampai kapan.. hanya bergantung kepadaNya.. bersabar dan ini akan berlanjut sampai entah berakhir seperti apa..
pekerjaan berlabuh di ambang kehancuran.. entah akhirnya bahagia atau musnah.. ataukah tetap seperti ini.. tidak tau melampiaskan menuangkan dan bertindak seperti apa.. hingga dikatakan drama queen dan kehidupan yang memilukan.. tapi peduli apa?? sendiri merasakan dan mana pernah ada yang bersama hingga akhirnya kesehatan menurun.. perasaan sirna... dan hari-hari terasa datar..
tak akan pernah bisa menyalahkan siapapun selain meyendiri.. semua pendam tanpa ada yang tau walau wajah tak bisa berbohong dalam berinteraksi.. keputusan yang berisiko tinggi.. harapan untuk selalu sehat adalah utama dalam doa.. tidak terbayang dalam benak jika sakit terjadi kembali.. akan merepotkan seluruh penjuru dunia.. dan semakin merasa terbodoh.. hmm.. bukan sebuah penyelesaian..
apakah ini tahap depresi ringan??
terlalu memendam hingga akhirnya menumpuk..
kenapa tak ucap??
terlalu memikirkan perasaan orang hingga lupa perasaan sendiri..
terlalu naif dan inilah hidup sekarang.. tidak tau berapa detik kedepan..
harapan keberuntungan ada didepan.. karena merasa usaha keras sudah dilaksanakan..
Ya Allah.. sungguh sudah dibatas mana? apakah hanya di batas bawah dan tak bergerak? ataukah ini sudah dibatas atas??
semakin tidak mengerti apa yang tertulis...
memikirkan yang harusnya tidak dipikirkan..
trimakasih.. masalah membuat dewasa..
cinta, sosial, telah mengajari banyak hal..
-Malam Hening_
Menenangkan hati membacanya
BalasHapusSemoga bermanfaat he
Hapus