sampai sekarang, gak tau harus ngelakuin apa lagi.. setelah di bodohi tenaga diperas, semua tak sesuai jadi sebab akibatnya semakin tunggang langgang hidup di dunia sementara ini..
kondisi seperti ini yang selalu membuat teringat sebelum kepergian mama.. sebelum lulus kuliah, pernah bilang ke mama "Ma, kalau lulus kuliah nanti maunya kerjasama dengan mama untuk bangun bisnis.. karena mama pinter banget dalam management semuanya.. dan saya mengambil bagian pemasaran melewati online, tapi kita berupa produk barang aja ma, jangan jasa.. karena lumayan sulit pemasarannya".
dengan kondisi tenang, mama melepas tanpa ada bicara untuk pernyataan yang diucapkan.
Selalu mengkhawatirkan, disemester akhir, karena akan bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak melamar kerja dan maunya bangun bisnis produk barang dengan mama, "ma, jadi gimana ni?? gak mau lamar kerja.. maunya bangun sendiri.. bisa buka lapangan kerjaan kedepannya, kita pasti bisa berdua ma". mama cuma menyuruh fokus dengan semster akhir.. karena kedepannya akan ada jalan untuk pekerjaan, entah itu bisnis atau bekerja dengan orang.
"ma, mau kayak mama aja deh jadi Ibu Rumah Tangga".
tenang aja, selama ada mama kamu aman..
tak sanggup rasanya mengingat semua di hari terakhir mama..
seperti bergantung ke mama sampai saat ini, walaupun kata temen terdekat bilang banyak perubahan mandiri yang udah dimiliki setelah mama gak ada..
tapi, menyembunyikan rindu dan membutuhkan perlindungan dari mama gak bisa hilang dari benak.. hampir setiap malam memimpikan sosoknya, peluk hangatnya dan sellu ada dialog bagaimana kedepannya kehidupan ini? seolah olah perbincangan itu panjang dan lama tak berjumpa..
apakah ini depresi ringan???
padahal tawaran kerja yang layak banyak sekali.. menolak satu satu dan akhirnya berlabuh di suatu kerjaan tak terikat tapi terasa terikat dan penuh targetan, bukan freelance hampir 24 jam pikiran, tenaga dan lain-lainnya dikerahkan disana.. hingga bisnis yang dirintis ditinggalkan..
sampai detik ini belum ada yang bisa dibanggakan atas kelulusan predikat terbaik diperiode itu. papa yang ada dihadapan saja tertinggalkan.. tak jadi prioritas lagi.. tak mengharap jenjang karir, tak mengharap pemasukkan besar, tak mengaharap dihargai..
hanya ingin ketenangan.. pada akhirnya sekarang bukan mengenal diri sendiri.. bahkan sering bercermin.. dan bertanya "siapa aku??"
4 bulan terakhir tidak mengenal diri sendiri.. penuh dusta dan pura-pura.. DRAMA.. iya, penuh drama..
jauh dari ibadah, jauh dari waktu keluar rumah yang tidak pernah dilakukan sebelumnya..
jauhhhhh.. hingga temanku berkata.. "ini kayak bukan kamu".
SAMPAI KAPAN SEPERTI INI??
perbaiki dari awal lagi.. sholat, orangtua, sedekah, al-qur'an..
dan lagi-lagi akan resign..
Bismillahirohamnirohim...
kondisi seperti ini yang selalu membuat teringat sebelum kepergian mama.. sebelum lulus kuliah, pernah bilang ke mama "Ma, kalau lulus kuliah nanti maunya kerjasama dengan mama untuk bangun bisnis.. karena mama pinter banget dalam management semuanya.. dan saya mengambil bagian pemasaran melewati online, tapi kita berupa produk barang aja ma, jangan jasa.. karena lumayan sulit pemasarannya".
dengan kondisi tenang, mama melepas tanpa ada bicara untuk pernyataan yang diucapkan.
Selalu mengkhawatirkan, disemester akhir, karena akan bagaimana mengatasi diri sendiri agar tidak melamar kerja dan maunya bangun bisnis produk barang dengan mama, "ma, jadi gimana ni?? gak mau lamar kerja.. maunya bangun sendiri.. bisa buka lapangan kerjaan kedepannya, kita pasti bisa berdua ma". mama cuma menyuruh fokus dengan semster akhir.. karena kedepannya akan ada jalan untuk pekerjaan, entah itu bisnis atau bekerja dengan orang.
"ma, mau kayak mama aja deh jadi Ibu Rumah Tangga".
tenang aja, selama ada mama kamu aman..
tak sanggup rasanya mengingat semua di hari terakhir mama..
seperti bergantung ke mama sampai saat ini, walaupun kata temen terdekat bilang banyak perubahan mandiri yang udah dimiliki setelah mama gak ada..
tapi, menyembunyikan rindu dan membutuhkan perlindungan dari mama gak bisa hilang dari benak.. hampir setiap malam memimpikan sosoknya, peluk hangatnya dan sellu ada dialog bagaimana kedepannya kehidupan ini? seolah olah perbincangan itu panjang dan lama tak berjumpa..
apakah ini depresi ringan???
padahal tawaran kerja yang layak banyak sekali.. menolak satu satu dan akhirnya berlabuh di suatu kerjaan tak terikat tapi terasa terikat dan penuh targetan, bukan freelance hampir 24 jam pikiran, tenaga dan lain-lainnya dikerahkan disana.. hingga bisnis yang dirintis ditinggalkan..
sampai detik ini belum ada yang bisa dibanggakan atas kelulusan predikat terbaik diperiode itu. papa yang ada dihadapan saja tertinggalkan.. tak jadi prioritas lagi.. tak mengharap jenjang karir, tak mengharap pemasukkan besar, tak mengaharap dihargai..
hanya ingin ketenangan.. pada akhirnya sekarang bukan mengenal diri sendiri.. bahkan sering bercermin.. dan bertanya "siapa aku??"
4 bulan terakhir tidak mengenal diri sendiri.. penuh dusta dan pura-pura.. DRAMA.. iya, penuh drama..
jauh dari ibadah, jauh dari waktu keluar rumah yang tidak pernah dilakukan sebelumnya..
jauhhhhh.. hingga temanku berkata.. "ini kayak bukan kamu".
SAMPAI KAPAN SEPERTI INI??
perbaiki dari awal lagi.. sholat, orangtua, sedekah, al-qur'an..
dan lagi-lagi akan resign..
Bismillahirohamnirohim...
Komentar
Posting Komentar